banner 728x90

4 Karya Arsitektur Modern Berbahan Kayu, Rendah Emisi Gas Rumah Kaca Semuanya Keren!

4 Karya Arsitektur Modern Berbahan Kayu, Rendah Emisi Gas Rumah Kaca – Pengajar Arsitektur Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta James Erich Dominggus Rilatupa membahas kepribadian kayu dalam pengaruhi sesuatu bangunan. Perihal tersebut tercantum dalam tulisannya yang bertajuk‘ Ekspresi Bahan Bangunan Kayu Pada Karya Arsitektur’ pada September 2021.

James berkata, material kayu adalah salah satu pemecahan buat penuhi struktur berkepanjangan pada arsitektur modern serta arsitektur digital. Sebab kayu bisa menawarkan emisi gas rumah cermin (CO2) yang lebih rendah, polusi hawa serta air pula lebih sedikit.

Setelah itu volume limbah padat pula lebih rendah serta pemakaian sumber energi ekologis yang lebih sedikit daripada material bangunan yang lain. Kenaikan proporsi kayu dalam konstruksi bisa memfasilitasi pengurangan dalam pemakaian material konstruksi yang lain, semacam beton, baja serta batu bata.

Baca Juga: 5 Tanaman yang Ditakuti Rayap dan Cara Mengaplikasikannya, Dijamin Mantap!

Material konstruksi ini tidak berasal dari bahan baku terbarukan, memerlukan banyak energi buat produksinya serta membutuhkan emisi CO2 yang lebih besar. Sedangkan, material kayu yang sudah direkayasa jadi lebih kokoh dari tadinya. Berarti kemampuan buat membangun gedung pencakar langit ramah area saat ini jadi perihal nyata yang bisa digunakan para arsitek.

Kayu yang dilapis silang (CLT), yang terbuat dengan melarutkan 3, 5 maupun 7 bagian kayu pada sudut yang pas, kokoh serta bisa digunakan buat membuat struktur masif. Dikala ini telah banyak arsitektur modern yang memakai material kayu selaku bagian bahan bangunannya.

4 Karya Arsitektur Modern Berbahan Kayu

Biasanya bangunan-bangunan post-modern sudah banyak memakai kayu rekayasa selaku material bangunannya, walaupun demikian masih terdapat pula yang memakai kayu solid. Pemakaian kayu rekayasa lebih menguntungkan, sebab bisa dibangun cocok dengan kemauan arsitek ataupun owner bangunan.

Perihal ini diakibatkan kayu rekayasa mempunyai desain, kekuatan struktur, watak ataupun wujud cocok dengan kebutuhan ataupun kemauan dari pengguna kayu olahan tersebut. Berikut ini sebagian bangunan dengan style arsitektur post-modern yang memakai kayu selaku material bangunannya.

Microlibrary Warak KayuDok. SHAU Microlibrary Warak Kayu

1. Microlibrary Warak Kayu di Semarang

Microlibrary Warak Kayu mempunyai luas 90 m persegi dengan besar 6, 65 m. Mencampurkan desain rumah panggung tradisional Indonesia yang terbuka dengan sistem konstruksi fasad dari Jerman.

Ialah Zollinger Bauweise yang dibesarkan pada tahun 1920 an. Metode ini mengendalikan alur ventilasi hawa, pencahayaan serta multifungsi sesuatu ruangan. Suatu bibliotek kecil di Semarang mencuri atensi dunia. Microlibrary Warak Kayu, yang terletak di samping Halaman Kasmaran, tidak jauh dari Kampung Pelangi, jadi salah satu finalis Architizer A+ Awards buat arsitektur bibliotek terbaik di dunia.

SHAU (Suryawinata Haizelman Architecture Urbanism) Indonesia merancang arsitektur bangunan. Setelah itu, PT Kayu Lapis Indonesia memasok kayu-kayu prefabrikasi hasil olahan kayu limbah pabrik yang telah tidak terpakai. Sedangkan pemerintah wilayah Semarang sediakan lahan serta izin pembangunan, serta suatu industri swasta menanggung bayaran pembangunannya. Terdapat pula Harvey Center, suatu kelompok derma yang mengelola bibliotek ini supaya bisa dipergunakan masyarakat tanpa bayaran sama sekali.

Gedung Mjøstårnet di NorwegiaRicardo Foto/Archdaily Gedung Mjøstårnet di Norwegia

2. Mjøstårnet di Norwegia

Mjøstårnet dinobatkan selaku Bangunan Kayu Paling tinggi Dunia oleh Council of Tall Building and Urban Habitat (CTBUH) pada September 2018. Sekalian selaku bangunan paling tinggi ketiga di Norwegia. Struktur kayu yang dirancang oleh Voll Arkitekter ini ialah bangunan mixed-use yang hendak difungsikan selaku hunian, perkantoran, serta hotel itu dibentuk dengan 18 lantai ataupun setinggi 85, 4 m di Brumunddal, Norwegia.

Gedung ini terletak pas di wilayah Norwegia yang diketahui dengan industri kehutanan serta pengolahan kayu, ataupun cuma sebagian m dari Mjøsa, danau terbanyak di negeri itu. Bagi CTBUH, gedung ini penuhi sebagian ketentuan bangunan kayu, adalah elemen struktur vertikal maupun lateral wajib dibentuk dari kayu.

Walaupun berbahan bawah kayu, struktur bangunan kayu bagi CTBUH pula masih memperbolehkan pemakaian sistem lantai papan beton, ataupun lempengan beton di atas balok kayu. Sebab elemen beton tidak berperan selaku struktur utama.

Moelven Limitre, insinyur struktur proyek ini memakai bermacam olahan kayu semacam glulam, balok serta diagonal, poros lift CLT, tangga, serta pelat lantai. Bahan ini diseleksi selaku bahan struktural sebab kemajuan inovasi dalam dunia konstruksi. Tidak hanya itu, kayu diseleksi sebab adalah salah satunya bahan bangunan yang betul-betul terbarukan di dunia, yang bisa meresap karbon selama siklus hidupnya.

Steven Errico Banyak arsitek saat ini berlomba-lomba buat membangun gedung berbahan bawah kayu dibandingkan dengan baja serta besi. Tidak hanya sebab strukturnya yang ringan, kayu pula sanggup menyerap emisi karbon.

Banyak arsitek kini berlomba-lomba untuk membangun gedung berbahan dasar kayu dibanding dengan baja dan besi. Selain karena strukturnya yang ringan, kayu juga mampu menyerap emisi karbonSteven Errico Banyak arsitek kini berlomba-lomba untuk membangun gedung berbahan dasar kayu dibanding dengan baja dan besi. Selain karena strukturnya yang ringan, kayu juga mampu menyerap emisi karbon

3. Brock Commons Tallwood House

University of British Columbia, salah satu universitas yang terdapat di Kanada, mempunyai komitmen kokoh buat integrasi pengajaran serta riset yang keberlanjutan tentang bangunan kayu. Pada Mei 2017, University of British Columbia menuntaskan bangunan perumahan kayu besar awal. Bangunan tersebut mempunyai besar 53 m yang terdiri dari 18 lantai serta diberi nama Brock Commons Tallwood House yang terletak di Vancouver (University of British Columbia, 2018).

Bangunan yang bisa menampung 404 mahasiswa ini, terdiri dari 101 unit kamar. Tiap unit kamarnya bisa memiliki 4 tempat tidur. Pada bangunan tersebut ada ruang belajar serta sosial, dan ruang aktivitas mahasiswa di lantai sangat atas. Dengan desain serta regu konstruksi yang bekerja secara bertepatan semenjak dini, proses ini disederhanakan dengan pengujian merata menimpa koneksi kayu ke kayu saat sebelum konstruksi di posisi.

Dengan demikian regu bisa melaksanakan pengujian menimpa stabilitas struktural, namun pula menolong menyempurnakan ketepatan waktu dari proyek tersebut. Struktur bangunan ialah hibrida kayu secara massal. Pondasi, lantai bawah, pelat lantai 2, serta teras tangga ataupun elevator dibuat dari beton.

Bilik bangunan dibuat dari kayu glulam (GLT ataupun Glued Laminated Timber), sebaliknya bagan lantainya dibuat dari panel kayu lapis yang dilapisi secara menyilang (CLT ataupun Cross Laminated Timber). Sedangkan penutup bangunan terdiri dari bahan bangunan prefabrikasi, adalah panel rangka baja dengan susunan kayu laminasi.

4. Forte Living di Australia

Forte Living ialah bangunan awal serta paling tinggi yang dibuat dari kayu di Australia. Struktur baja serta semen yang umumnya digunakan dalam bangunan gedung ditukar dengan material CLT (Cross Laminated Timber).

Forte Living dirancang serta dibentuk oleh Pengembang Lend Lease, serta proses pembangunannya berakhir dalam jangka waktu 11 bulan. Gedung ini diklaim sanggup kurangi emisi karbon dioksida (CO2) sampai 1. 400 ton.

Forte Living merupakan bangunan apartemen 10 lantai yang dibuat dari kayu laminasi silang (CLT). Besar gedung ini merupakan 32, 2 m serta ialah gedung apartemen kayu modern di Australia yang terbuat dari CLT. Bangunan ini terdiri dari 759 panel CLT dari tumbuhan cemara Eropa (Picea abies), dengan berat total 485 ton.

Potongan-potongan panel buat gedung ini terbuat semacam perabot flat pack, tercantum 5. 500 sudut siku dari bahan logam serta 34. 550 sekrup yang dibutuhkan buat memasang panel-panel kayu tersebut.

Baca Juga: Intip 5 Desain Rumah Kayu Bergaya Rustic Dengan Desain Terbaik Untuk Dijadikan Refrensi

Lantai bawah Forte serta lantai awal dibentuk dari beton geopolimer. Perihal ini dicoba buat menjauhkan kayu dari tanah. Begitu beton sudah dipasang, panel CLT diangkut dari tempat penyimpanannya serta ditempatkan ke posisi yang sudah ditetapkan.

Panel-panel CLT tersebut setelah itu dihubungkan bersama dengan sekrup serta logam yang berupa sudut. Panel awal yang didirikan merupakan yang membentuk tangga serta mengangkut core, yang berdiri secara vertikal. Sehabis core terletak di tempat, panel ditempatkan pada sisi core buat membentuk bilik internal serta eksternal.

Lebar panel CLT merupakan besar dari tiap lantai gedung Forte Living. Panel setelah itu diletakkan di atas bilik buat membentuk lantai. Proses itu diulang hingga ketinggian gedung tersebut tercapai. Atapnya dibentuk dengan tata cara yang sama dengan tiap lantai.

Tidak hanya bangunan-bangunan yang sudah disebutkan, masih banyak bangunan-bangunan kayu yang lain yang sudah terbangun ataupun yang hendak dibentuk. Contoh bangunan yang sudah terbangun merupakan Superior Dome di Michigan, Tamedia Office Building di Zurich, Community Church of Knarvik di Norway (Skandinavia), Murray Grove di London, serta sebagainya.

Sedangkan itu bangunan-bangunan kayu yang lagi serta hendak dibentuk antara lain, 5 King Street di Brisbane, Dalstone Lane di London, proyek W350 di Tokyo, Kampus NTU di Singapore, serta sebagainya.

Tags: #Arsitektur #Rumah Kayu

Model Rumah Kayu Minimalis yang Asri dan Eksklusif – HarapanRakyat.com
Model Rumah Kayu Minimalis yang Asri dan Eksklusif – HarapanRakyat.com
Model rumah kayu minimalis mungkin jarang ditemukan
Must read×

Top