banner 728x90

Budaya Bahari di Tengah Masyarakat Suku Bajo yang Diturunkan Nenek Moyang – Sonora.ID

Sonora.ID – Memasuki hari kedua di titik singgah Baubau dan Buton (09/06/2022), Laskar Rempah menuju Desa Bajo Bahari, Buton, untuk menyaksikan adat istiadat dan merasakan kehangatan interaksi dengan Suku Bajo.
Di desa tersebut, peserta berdialog langsung dengan warga asli Bajo terkait budaya bahari yang diturunkan oleh nenek moyang sejak masa lampau dan masih lestari hingga sekarang.
Di atas perairan Buton inilah, peserta bisa melihat perkampungan orang-orang Bajo yang terapung di lepas laut.
Selain memiliki sejarah yang panjang tentang Jalur Rempah, dalam keterangan tertulis yang Sonora terima, Buton juga dikenal terkait dengan Suku Bajo.
Bajo adalah bangsa pengelana lautan yang turut meramaikan perniagaan laut Nusantara, berpindah dari satu titik ke titik lainnya di perairan Nusantara, bertahan dengan mengembangkan budaya bahari dan maritim yang terus berkesinambungan.
Baca Juga: Kemendagri Minta Pemerintah Daerah Gencar Raih Predikat WTP dari BPK
Tokoh Adat Desa Bajo Bahari, Si Muswar mengatakan bahwa Suku Bajo sejak dulu terkenal sebagai pengembara laut.
“Nenek moyang Suku Bajo menggantungkan hidupnya di laut, bahkan dulu ketika belum punya rumah, mereka tinggal di atas perahu sope,” ujarnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, mereka mulai membangun rumah-rumah panggung sebagai tempat tinggal di atas permukaan laut dan menetap di kawasan ini.
Meski kini arsitektur rumah sudah lebih modern, tetapi masih ada beberapa rumah asli dari Suku Bajo yang bisa dilihat di desa ini.
Sebagian rumah di Desa Bajo Bahari Buton menggunakan kayu bakau yang menancap ke dalam dasar laut sebagai material tiang penopang rumah.
Si Muswar mengatakan bahwa Suku Bajo bermata pencaharian sebagai nelayan dengan perahu yang dibuat sendiri oleh mereka.
Berbekal ilmu melaut yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang Suku Bajo, mereka bisa melaut menyeberangi pulau-pulau besar dengan hasil pencaharian utama, yakni ikan laut.
Baca Juga: Kemendagri Gelar Diklat Guna Optimalisasi Layanan Dukcapil
Meski begitu, mereka melaut tidak menentu sebab menyesuaikan dengan cuaca kala itu.
Setelah satu setengah jam berkeliling di Desa Bajo Bahari, Laskar Rempah Jawa Timur Dhimas Rudy Hartanto berharap bahwa Suku Bajo bisa tetap lestari di Indonesia.
“Merekalah suku yang mewariskan ilmu-ilmu melaut dan perkapalan dari nenek moyang kita. Ilmu-ilmu perkapalan tersebut bisa diturunkan ke generasi mendatang sehingga bisa melahirkan pelaut-pelaut andal selanjutnya,” ujarnya.

Kemendikbudristek Gandeng Lintas Sektor Sukseskan Muhibah Budaya Jalur Rempah
Kemendagri Gelar Diklat Guna Optimalisasi Layanan Dukcapil
Kabar Gembira Bagi Seluruh PNS Se-Indonesia! Gaji ke-13 akan Segera Turun pada Juli 2022, Segini Angkanya
‘Saya tak bermaksud menghina agama manapun’ Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Minta Maaf Setelah Tuai Banyak Kontroversi

source

Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Publisher – Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian
Must read×

Top