banner 728x90

Cerita Gazebo Berlogo Semen Padang di Jalan Lintas Sumatera – Harian Singgalang

PADANG – Tak banyak yang tahu sejak kapan gazebo pada titik-titik rawan kecelakaan berdiri di jalan lintas Sumatera. Gazebo dengan logo PT Semen Padang itu ternyata menjadi kenangan bagi sejumlah orang menempuh jalan lintas nasional di Sumbar.
Hadirnya gazebo dengan atap gonjong, menyerupai atap Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau menjadi titik tunjuk bagi sejumlah pengendara. Titik awas bagi daerah rawan kecelakaan.
Bagi sejumlah orang yang baru berkunjung ke Sumatera Barat, gazebo itu menjadi kenangan tersendiri. Selain itu juga menjadi penunjuk arah untuk menggambarkan posisi ketika berada di jalan.
Seperti Ayu, 31 Warga Deli Serdang, Sumatera Utara. Menempuh jalan Lintas Sumatera dari Bukittinggi menuju Kota Padang, baginya yang paling diingatnya adalah Kelok Berbunga, Jalan Padang Panjang – Kota Padang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Tikungan biasanya disebut Tanjakan Kopel oleh pengendara.
Disana diletakan mobil tua menandakan rawan kecelakaan, ada sebuah gazebo dengan logo PT Semen Padang. Tepat berada ditubir jurang yang juga menyajikan pemandangan indah.
Disambut dengan tulisan PT Semen Padang nan mencolok di kaki gazebo. Kemudian dilengkapi dengan kursi dan untuk pengendara beristirahat. Aduhai, pemandangan alam nan hijau tersaji di gazebo ini.
“Sejak saya bersama keluarga dari Danau Toba, Parapat. Jalan-jalan di Sumbar ini lebih menarik dengan tugu-tugu ini,”sebutnya, kemarin.
Ada dua gazebo berlogo Semen Padang dari jalur itu. Pertama di tikungan Bukit Berbunga kemudian di Lembah Anai. Di tikungan Lembah Anai gazebo dibuat diatas batu. Tikungan ini biasanya disebut tikungan pergedel.
Berbeda dengan di Tanjakan Kopel, gazebo di Lembah Anai lebih menarik, meski tempatnya tidak tepat dihadapan kendaraan. Tapi memiliki tangga dengan posisi lebih tinggi.
Selain di jalur Padang-Bukittinggi, ternyata juga ada dua gazebo lainnya di jalur Lintas Sumatera Padang-Solok. Pertama di Sitinjau Lauik atau sering disebut sebagai Padang Scenic Point.
Jika dari Kota Padang tugu atau gazebo pertama yang ditemukan di tikungan Sitinjau Lauik. Titik ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut.
Tempat ini tidak hanya menjadi gazebo titik tanda. Tapi sudah menjadi tempat wisata bagi sejumlah orang, baik dari Kota Padang maupun yang datang dari Solok.
Jika berada pada gazebo ini, saat pagi hingga siang hari anda akan mendapatkan pemandangan panorama khas pemandangan pegunungan.
Jika malam hari, maka dapat menikmati pemandangan kota Padang yang berkelap-kelip. Itu jika cuaca bagu. Pengunjung dapat mengabadikan kelap-kelip lampu rumah penduduk kota Padang.
Pada titik gazebo pertama ini berjarak sekitar 30 meter dari pusat Kota Padang. Meskipun hanya berjarak 30 km saja harus membutuhkan waktu yang agak lama untuk mencapai Sitinjau Lauik.
Dikarenakan kondisi jalan perbukitan yang terjal dan menanjak. Ketika anda hendak menuju kota Solok, anda jelas akan melintasi jalan di punggung Bukit Barisan ini.
Adang, 56 Sopir Truk pengangkut semen dari Padang-Jambi mengaku sudah menyaksikan keberadaan gazebo tersebut. Bagi yang sudah biasa melewati jalur lintas tersebut, gazebo dengan logo PT Semen Padang selalu menjadi tanda. Bahkan, tak jarang sesama sopir menunjukan lokasi menggunakan titik gazebo ini.
“Sejak jalan itu dilebarkan paa 1990, gazebo itu sudah ada. Makanya pada gazebo kedua arah Solok itu berada pada tikungan yang tidak dilewati lagi,”katanya.
Gazebo satu lagi berada pada pos 2, atau dikenal dengan panorama dua. Gazebo ini bentuknya sama dengan gazebo lainnya, berbentuk atap khas rumah adat Minang.
Untuk titik ini, posisinya tidak lagi pada jalur yang dilewati banyak kendaraan dari arah Padang-Solok, atau sebaliknya. Tapi pada titik ini gazebo berada pada titik tikungan yang lebih tajam dari tikungan Sitinjau Lauik, namun jalur ini sudah ditinggalkan. Tidak dilewati kendaraan lagi, tapi dijadikan untuk objek wisata oleh sejumlah pengunjuang. Karena tempatnya yang menyajikan pemandangan menarik.
Tempat yang satu ini bisa dengan mudah memanjakan mata anda untuk melihat pemandangan hijaunya perbukitan, Kota Padang dan birunya lautan.
Di sini anda akan menemukan banyak wisatawa yang singgah sebentar di Sitinjau Lauik untuk sekedar melepas lelah dan berfoto-foto ketika sedang melakukan perjalanan dari kota Padang ke Solok atau sebaliknya.
Gazebo-gazebo tersebut dibangun dan dirawat oleh PT Semen Padang. Selain sebagai penanda, gazebo itu dibangun untuk pengendara beristirahat. (Yose)
PADANG – Kuntum Khaira Ummah, tahun ini naik ke kelas 9 Madrasyah Tsanawiya Swasta (MTsS)…
PADANG – Syekh Ibrahim Musa bergelar Inyiak Parabek(4 Agustus 1884 – 25 Juli 1963) adalah…
JAKARTA – Dalam rangka penguatan ekosistem pangan dan penguatan pangan nasional, Pemerintah terus mencari solusi untuk…
SOLO – Aulia Putri dan Nur Ferry Pradana tak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka tatkala sukses…
PADANG – Maraknya tawuran merupakan salah satu indikasi runtuhnya marwah pendidikan. Semua pihak memiliki andil dan…
SIMPANG AMPEK  – Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, kembali menetapkan dua orang tersangka pada kasus dugaan…

source

Fortuner `Sultan`, Spion Mobil Disiksa Angkut Balok Kayu – Dream.co.id
Fortuner `Sultan`, Spion Mobil Disiksa Angkut Balok Kayu – Dream.co.id
Toyota Fortuner Angkut Kayu. (Source: Instagram @makassar_info)
Tata Cara dan Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih yang Benar – Popmama.com
Tata Cara dan Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih yang Benar – Popmama.com
Pemasangan bendera merah putih ternyata memiliki aturannya,
Must read×

Top