banner 728x90

Gubsu Edy, Bobby dan Kementerian PUPR Kolaborasi Atasi Banjir Rob Belawan: Tahun Ini Pembangunan Tanggul Dimulai – Harian Medan Bisnis – Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Medanbisnisdaily.com-Medan. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, dan Kementerian PUPR, berkolaborasi mengatasi banjir rob Belawan. Hal itu terungkap dalam rapat infrastruktur Medan dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi bersama Bobby Nasution di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (04/07/2022) sore.
Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan dukungannya agar kawasan Medan Utara dan Belawan khususnya, bangkit dan sejajar dengan daerah lainnya, yakni tidak berkesan kumuh. "Saya tak mau rakyat saya di sana sengsara," ujarnya.
Sejatinya Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad itu menginginkan kawasan Pelabuhan Belawan Medan, tak ubahnya seperti kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.
"Daerahnya (Tanjung Perak sambil menunjukkan foto) bersih, rapi, asri dan bebas kumuh. Ini sudah saya rencanakan di Belawan sejak 2019 kemarin," kata Edy, yang juga didampingi Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede.
Sementara itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengatakan rencana pihaknya bersama Kementerian PUPR membangun tanggul di Belawan mengatasi banjir rob.
Menantu Presiden RI Joko Widodo itu menjelaskan tanggul akan dibangun di 5 zona, di antaranya di Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan.
"Untuk perencanaan kami menggunakan PUPR, sedikit disain yang agak kami rubah. Kita perlukan ada lima zona, yang panjangnya kurang lebih antara satu sampai dua kilometer," sebut Bobby kepada wartawan, usai rapat itu.
Untuk zona pertama, kata Bobby, dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Namun ia belum menddapat kabar tanggal dan bulan berapa proses pengerjaan akan dimulai.
"Zona pertama dibangun oleh Kementerian PUPR, Zona berikut Pemko Medan dimulai bulan 7 ini. Untuk zona yang dikerjakan PUPR kita belum dapat tanggal berapa dikerjakan. Yang dikerjakan Pemko Medan dan Kementerian PUPR kurang lebih 1 kilometer," jelas Bobby.
Lebih lanjut Bobby Nasution mengungkapkan, untuk pembangunan tanggul anti banjir rob yang dikerjakan Pemko Medan dengan menelan anggaran Rp 25 miliar per satu kilometer.
"Kalau dari Pemko Medan setiap tahun kami anggarkan untuk pembangunan tanggul. Satu kilometer terkait dengan lahan dengan kontur tanah lembek sekitar 25 miliar rupiah," kata Bobby.
Bobby menyakinkan bahwa pembangunan tanggul itu mampu mengatasi banjir rob di Kecamatan Medan Belawan. Karena, dari disain dilakukan Kementerian PUPR yang akan dikerjakan mampu mengatasi banjir di dua kelurahan di Belawan.
"Pastinya dari realisasi Kementerian PUPR ada dua kelurahan bebas dari banjir rob pembangunan tahap pertama. Kalau banjir rob parah di Belawan," ucap Bobby.
Pemko Medan sendiri, ujar Bobby, mulai mengerjakan pembangunan tanggul itu pada Juli 2022 ini. "Pembangunan secara fisik, Pemko Medan mulai bulan 7. Konsep dan disain mengikuti kajian Kementerian PUPR," kata Bobby.
Selain itu, progres selanjutnya kata Bobby, Pemko Medan berencana akan melakukan penataan terhadap pemukiman warga di Kecamatan Medan Belawan. Namun itu terkendala dengan status lahan milik Pelindo.
"Ada kita di desain untuk rumah panggung, tapi tidak bisa masuk. Karena lahan masih punya Pelindo. Kalau sudah diserahkan kepada kami dan masyarakat, kami bisa melakukan beda rumah yang menjadi program kami," ujarnya.
Namun oleh Gubernur Edy, ia berjanji akan mengusulkan lahan 4,5 ha itu ke Pelindo untuk selanjutnya diserahkan ke Pemko Medan untuk keperluan penataan pemukiman warga. "Nanti akan saya komunikasikan, saya yakin Pelindo oke, optimis harus bisa," ujar Edy.
Berkaitan dengan rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Sumut, Kamis (07/07/2022), Gubernur Edy mengharapkan ada upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat secara berkelanjutan untuk penataan dan penanganan banjir rob di Belawan.
"Besok dilihat Presiden diperintahkan PUPR, bisa kita tata tidak masuknya air laut ke rumah masyarakat," jelasnya.
Namun Gubernur Edy juga mengharapkan masyarakat mendukung rencana pembangunan tanggul tersebut. Karena, tanpa dukungan itu, pembangunan tidak akan berjalan baik.

source

Must read×

Top