banner 728x90

Jati Hutan Donoloyo, Kayu Pilihan Wali Songo Saat Dirikan Masjid Demak – detikcom

Hutan Donoloyo di Kabupaten Wonogiri dikenal memiliki pohon jati berkualitas tinggi. Konon, Wali Songo menjatuhkan pilihan untuk mengambil jati dari hutan keramat itu untuk membuat saka guru Masjid Demak.
Hutan Donoloyo ini berlokasi di Desa Watusomo, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Hutan yang berada di bagian Wonogiri timur ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Wonogiri. Di hutan itu terdapat ratusan pohon jati berukuran besar dan diyakini sudah berusia hingga ratusan tahun.
Juru Kunci Hutan Donoloyo, Sunarto (55), mengatakan pepohonan jati di hutan itu ditanam oleh Ki Ageng Donosari. Dia merupakan seorang senopati Majapahit yang pergi dan menetap di sekitar Donoloyo menjelang kehancuran kerajaan itu.
“Saat itu pohon jati yang ditanam Eyang Donoloyo bertumbuh pesat dan cepat. Di saat yang bersamaan, pada saat itu berdiri Kesultanan atau Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Raden Patah ini kan juga keturunan Majapahit,” ungkap dia saat ditemui belum lama ini.
Saat itu, Raden Patah tengah berencana membangun Masjid Demak. Wali Songo membantunya untuk mencari bahan-bahan dengan kualitas terbaik.
Sunan Giri mendapatkan tugas mencari kayu jati untuk membuat saka guru atau tiang utama.
Dalam perjalanannya, sampailah Sunan Giri di kawasan Hutan Donoloyo dan melihat pohon jati dengan kualitas seperti yang diharapkan. Dia segera menemui Ki Ageng Donoloyo untuk berusaha membeli kayu jati itu.
Ki Ageng Donoloyo ternyata tidak menjual pohon jati yang ditanamnya. Namun, saat mengetahui kayu itu akan digunakan membangun Masjid Demak, dia justru memberikannya secara cuma-cuma dengan beberapa persyaratan.
Sunan Giri lantas kembali ke Demak dan melaporkan beberapa persyaratan yang diajukan Ki Ageng Donoloyo. Raden Patah pun menyepakatinya. Ditemani Sunan Kalijaga dan sejumlah santri, Sunan Giri kembali ke Donoloyo untuk mengambil kayu jati.
“Perjanjian antara Eyang Donoloyo dengan Kerajaan Demak itu diperkuat kembali oleh Sunan Kalijaga. Setelah diizinkan, kayu ditebang dan dibawa ke Demak melalui aliran sungai di Donoloyo yang tembus di aliran Sungai Bengawan Solo,” kata Sunarto.
Meski di tebang, tunggak jati itu hingga kini masih ada. Saat ini tunggak jati itu yang menjadi simbol punden di Hutan Donoloyo. Setelah ditebang, muncul banyak tunas jati. Kemudian tumbuh dengan sendirinya di kawasan Hutan Donoloyo, bahkan meluas hingga di luar kawasan Donoloyo.
Saat ini ada 425 batang pohon jati di Hutan Donoloyo yang sudah berusia ratusan tahun. Adapun luas Hutan Donoloyo sekitar 9,2 hektare. Masyarakat juga menganggap kawasan tersebut sebagai tempat keramat.

source

Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Publisher – Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian
Must read×

Top