banner 728x90

Kadek Arsana Bertahan Jadi Perajin Kendang Mandiri di Buleleng – detikcom

Kendang merupakan alat musik tradisional khas Bali yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini biasanya menjadi instrumen pelengkap saat memainkan gamelan Bali.
Arsana telah menggeluti usaha pembuatan kendang sejak tahun 2008 silam. Keahliannya itu ia peroleh secara otodidak. Namun menurutnya keahliannya itu juga merupakan warisan dari keluargannya yang juga berkecimpung sebagai perajin kendang.
Pernah pula ia merantau ke Denpasar untuk mencari peruntungan, bekerja sebagai perajin kendang di tempat orang lain. Sejak 2008, Arsana pun memilih untuk kembali pulang ke Bumi Panji Sakti dan mengadu nasib di tanah kelahiran. Sejak itu pula, ia menjadi perajin kendang secara mandiri.
“Tahun 2008 saya mulai mandiri, sebelumnya saya kerja di Denpasar sama juga jadi perajin. Setelah punya istri tanggung jawabnya besar saya pulang ke Buleleng dan milih buka usaha mandiri,” tutur Arsana.
Bermodalkan keahlian dan ketekunan, Arsana bisa bertahan sebagai perajin kendang hingga saat ini. Ia menjelaskan, kendang buatannya menggunakan bahan lokal yakni kayu nangka dan kayu intaran. Ia menyulap gelondongan kayu nangka dan kayu intaran tersebut menjadi alat musik kendang yang berkualitas.
“Bahan saya pakai kayu nangka Bali, selain nangka intaran pun saya pakai juga tapi kayunya kan harus dipilih harus yang umurnya tua. Untuk kulit, pasokannya di Singaraja, Kalau tidak ada di Singaraja baru ambil di Denpasar. Tapi saya selalu mementingkan kualitas dari bahan yang digunakan,” imbuhnya.
Hasil karyanya tidak hanya diminati oleh penggemar seni di Bali ataupun wilayah Indonesia lainnya. Kendang buatan Arsana bahkan pernah terjual ke luar negeri. “Sudah pernah dijual di seluruh Bali dan di luar Bali juga ada seperti Sulawesi, dan Jawa. Paling jauh itu Kanada dan Amerika,” jelasnya.
Harga jual masing-masing kendang yang dia produksi bervariasi tergantung ukuran. Semakin besar kendang yang dipesan, maka semakin mahal hargannya. “Tergantung ukuran itu, kalau yang ukuran besar itu paling mahal Rp 5 juta, paling murah itu Rp 400 ribu,” kata Arsana.

Simak Video “Main ke Bali? Cobain Pemandian Terpanas di Buleleng Yuk!
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)

source

Must read×

Top