banner 728x90

Kapal Kuno Berumur 400 Tahun Ditemukan di Sungai, Ini Isinya – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah arkeolog maritim di Jerman utara baru-baru ini menemukan puing-puing kapal kargo berusia 400 tahun yang tenggelam. Menariknya, kapal itu masih dalam kondisi cukup baik, selamat dari pembusukan. 
Penemuan langka ini berasal dari periode Hanseatic, ketika sekelompok serikat perdagangan Eropa utara mendominasi Laut Baltik dan Laut Utara dari abad ke-13 hingga ke-17, Live Science 
Kayu dengan cepat membusuk di bawah air di wilayah Laut Baltik, dan beberapa bangkai kapal berusia ratusan tahun juga pernah ditemukan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati demikian, para arkeolog maritim berpendapat bahwa bangkai kapal yang terbaru itu istimewa. Sebab, kapal ini selamat dari terpaan gelombang akibat tertutup lapisan lumpur halus tebal yang terbawa dari Sungai Trave di Jerman.

Sisa-sisa kapal pertama kali ditemukan pada tahun 2020 saat petugas melakukan survei sonar rutin di Trave. Kapal terletak di kedalaman sekitar 11 meter di bentangan luar sungai yang didominasi air asin, antara Lübeck dan pelabuhan Travemünde.
“Kapal itu memiliki panjang antara 20 hingga 25 m dan mungkin merupakan sebuah galliot, yakni kapal kargo bertiang tunggal yang umum selama periode Hanseatic,” kata Fritz Jürgens, arkeolog maritim utama pada proyek tersebut, seperti dikutip dari Live Science.
Pada saat itu, kota-kota dan serikat pekerja di Jerman utara dan di tempat lain di Eropa membentuk blok yang sukses, yaitu Hansa, yang mendominasi perdagangan di seluruh Baltik dan Laut Utara.
Lapisan lumpur sungai di atas bangkai kapal mungkin telah menyelamatkan kapal tersebut dari ‘serangan’ Teredo navyis, yaitu sejenis kerang air asin yang disebut “cacing kapal” yang dengan cepat memakan kayu yang terendam.

Sekitar 150 tong kayu berisi kapur ditemukan hampir utuh di dekat bangkai kapal, yang menunjukkan bahwa kapal itu membawa muatan kapur ketika tenggelam pada akhir abad ke-17. Kapur merupakan bahan penting yang digunakan dalam industri pembuatan batu untuk membangun hunian di masa lampau. 
“Sumber dari [kapur] ini adalah Skandinavia, di tengah Swedia atau di utara Denmark,” kata Jürgens.
“Kami tahu bahwa kargo ini datang dari sana, kemungkinan besar ke Lübeck, karena Jerman utara tidak memiliki sumber batu kapur yang besar,” papar dia.
Penelitian sejarah memprediksi bahwa tanggal kapal karam yaitu sekitar Desember 1680.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source

Must read×

Top