banner 728x90

Korban Banjir Jerman Dapat Rumah Sementara dari Bantuan Warga – Republika Online

Wednesday, 20 Sya’ban 1443 / 23 March 2022
Wednesday, 20 Sya’ban 1443 / 23 March 2022

Sabtu 25 Dec 2021 07:46 WIB
Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
Puing-puing terlihat di daerah yang terkena banjir akibat hujan deras di Schuld, Jerman, 20 Juli 2021.
REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN — Franziska Hilberath merupakan korban banjir bandang lembah Ahr Jerman barat beberapa bulan lalu. Dia mendapatkan ganti sebuah rumah kecil secara gratis berasal dari sumbangan antar warga Jerman.
Hilberath dan pasangannya telah tidur di rumah teman dan kerabatnya sejak banjir paling mematikan di Jerman dalam enam dekade pada Juli. Peristiwa ini menewaskan lebih dari 180 orang dan menghancurkan banyak rumah, jalan, jalur kereta api, dan jembatan.
Mereka berada dalam daftar tunggu untuk rumah-rumah kecil untuk tinggal sementara dalam proses memperbaiki rumah tua setengah kayu yang hancur akibat banjir. Hanya saja, program ini tidak terlalu diharapkan karena diperkirakan baru akan terlaksana paling cepat Februari.
Pemberian rumah kecil sementara pada akhir Desember menjadi kabar gembira bagi mereka. Keluarga ini menerima panggilan telepon pekan lalu yang mengatakan bahwa mereka sudah bisa pindah.
“Kami sebenarnya sekarang dalam waktu singkat masih mendapatkan sebatang pohon dan mulai mendekorasinya sesuatu yang telah kami singkirkan untuk tahun ini,” kata Hilberath.
Pemerintah telah menyiapkan dana pemulihan 30 miliar euro untuk membantu Jerman barat dan selatan membangun kembali setelah banjir. Namun inisiatif warga juga telah mengumpulkan jutaan euro.
Beberapa dana sumbangan warga ini di antaranya sekarang akan mendanai pembangunan rumah-rumah kecil. Program ini karena suhu dingin mulai meningkat dan banyak bangunan yang terkena banjir tetap tanpa pemanas atau listrik.
Sejauh ini, 25 rumah mungil berukuran sekitar 30 meter persegi masing-masing telah diserahkan kepada korban banjir seperti Hilberath di kota Grafschaft. Setiap rumah memiliki kamar mandi, kamar tidur, dan dapur terbuka, serta dilengkapi dengan seprai, ketel, dan pembuat kopi.
“Mereka siap untuk pindah, jadi orang tidak perlu lagi mengatur sesuatu yang besar, tetapi bisa langsung masuk dan, bisa dikatakan, memproses di sini apa yang mereka alami,” kata juru bicara Grafschaft Thomas Hergarten.
Hilberath mengatakan rumah mungilnya tidak cukup besar untuk pohon Natal, tetapi dia masih berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantu memasangkan atap di atas kepalanya. “Kami senang bisa tiba di sini, senang memiliki privasi lagi dan tidak menghabiskan malam di sofa atau airbed seseorang,” katanya.
Dapatkan Update Berita Republika
Mengisyaratkan Mudik dan Ramadhan yang Normal Jika Sudah Booster
Ini Kejanggalan yang Buat JPU Ajukan Kasasi Putusan Lepas Unlawful Killing
Kebijakan Bebas Karantina yang Memang Sudah Waktunya Terjadi
Lima Tahun OJK: Tantangan Perbankan di Tengah Pandemi Covid-19
Petugas Sulit Menjangkau Area Jatuhnya Pesawat China Eastern
Dalam Negeri

Animo masyarakat Muslim Indonesia begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan MHQH ini.
Jawa Tengah Diy

Tingginya harga minyak curah karena dari distributor ke pengecer hampir dekati HET.
Jabodetabek Nasional

Pasar murah akan digelar sekali sepekan dengan kuota ribuan liter.
Kabar Jogja

Harga migor kemasan sederhana maupun premium rata-rata Rp 24 ribu.
Palestina Israel

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret.
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
Rabu , 23 Mar 2022, 05:29 WIB
Rabu , 23 Mar 2022, 12:07 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source

Tags: #Rumah Kayu

Model Rumah Kayu Minimalis yang Asri dan Eksklusif – HarapanRakyat.com
Model Rumah Kayu Minimalis yang Asri dan Eksklusif – HarapanRakyat.com
Model rumah kayu minimalis mungkin jarang ditemukan
Must read×

Top