banner 728x90

Mengenal Sejarah Veganisme yang Bermula dari Tukang Kayu – Edukasi Okezone

JAKARTA- Mengenal sejarah veganisme yang tak banyak diketahui orang. Veganisme adalah gaya hidup atau pola makan tanpa mengonsumsi produk hewani dan turunannya, seperti daging, ikan, susu, telur, madu, dan produk turunan hewani lainnya.
Fakta lain yang paling menarik tentang pola makan vegan juga membantu penurunan berat badan yang efektif sehingga banyak orang memilih untuk mengadopsi gaya hidup vegan untuk mendapatkan hasil penurunan berat badan berkelanjutan.

Secara praktik, orang yang memiliki pola hidup ini dikenal sangat peduli dan menghindari segala kegiatan yang berkaitan dengan eksploitasi hewan, baik dari menolak mengonsumsi hewan sebagai makanan, pakaian, serta menolak uji coba pada hewan.

Hari Vegan Sedunia diperingati setiap tanggal 1 November. Ini pertama kali dirayakan pada tahun 1994 untuk memperingati 50 tahun Perkumpulan Vegan Inggris dan istilah ‘Vegan’. Hari Vegan Sedunia diciptakan oleh Louise Wallis, seorang aktivis hak-hak hewan Inggris dan ketua The Vegan Society, untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak hewan.

Dilansir dari Time, dalam sejarah, istilah vegetarianisme pertama kali disebutkan oleh filsuf dan matematikawan Yunani, Pythagoras dari Samos sekitar 500 SM.

Selain itu, istilah ini juga lebih dikenal bagi pengikut Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme. Mereka menganjurkan vegetarianisme sebab mereka percaya manusia tidak boleh menimbulkan rasa sakit pada hewan.

Bahkan, kala itu gaya hidup ini belum populer di negara Barat meskipun terkadang muncul selama pelayanan kesehatan dan kebangkitan agama. Masyarakat Barat diketahui pertama kali membentuk vegetarian pada 1847 di Inggris.

Pada November 1944, seorang tukang kayu Inggris bernama Donald Watson membuat istilah baru yang disebut “vegan”. Istilah baru ini dibuatnya lantaran diketahui istilah vegetarian berkaitan dengan gaya hidup makan susu dan telur, sedangkan vegan untuk menggambarkan orang yang tidak.

Pada awal 1940-an, vegan dikenal sebagai vegetarian yang tidak mengonsumsi produk susu. Ini kemudian meluas ke berbagai makanan dan produk sampingan yang berasal dari hewan. Saat ini, vegan dikenal sebagai orang yang tidak mengkonsumsi makanan seperti daging, ikan, unggas dan tidak menggunakan produk hewani atau bahkan produk sampingan seperti telur, produk susu, madu, kulit, bulu, sutra, kosmetik.

Setelah tiga bulan berlalu, Watson baru mengeluarkan penjelasan formal yang ditulisnya dalam buletin Masyarakat Vegan. Ia membahas terkait ejaan yang benar dari istilah tersebut, yakni “Veegan, bukan Veejan,”

Gerakan gaya hidup ini terus berkembang dan meluas, hingga pada 1960-an dan 1970-an, gerakan ini muncul sebagai bagian dari tandingan budaya di Amerika Serikat yang memiliki fokus pada kekhawatiran mengenai diet, lingkungan, dan ketidakpercayaan terhadap produsen makanan, yang mengarah pada meningkatnya minat dalam berkebun organik.

Demikianlah pemahaman mengenal sejarah Veganisme yang diperingati setiap tanggal 1 November.

(RIN)

1
3

Hari Vegan Sedunia diperingati setiap tanggal 1 November. Ini pertama kali dirayakan pada tahun 1994 untuk memperingati 50 tahun Perkumpulan Vegan Inggris dan istilah ‘Vegan’. Hari Vegan Sedunia diciptakan oleh Louise Wallis, seorang aktivis hak-hak hewan Inggris dan ketua The Vegan Society, untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak hewan.
Dilansir dari Time, dalam sejarah, istilah vegetarianisme pertama kali disebutkan oleh filsuf dan matematikawan Yunani, Pythagoras dari Samos sekitar 500 SM.
Selain itu, istilah ini juga lebih dikenal bagi pengikut Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme. Mereka menganjurkan vegetarianisme sebab mereka percaya manusia tidak boleh menimbulkan rasa sakit pada hewan.
Bahkan, kala itu gaya hidup ini belum populer di negara Barat meskipun terkadang muncul selama pelayanan kesehatan dan kebangkitan agama. Masyarakat Barat diketahui pertama kali membentuk vegetarian pada 1847 di Inggris.
Pada November 1944, seorang tukang kayu Inggris bernama Donald Watson membuat istilah baru yang disebut “vegan”. Istilah baru ini dibuatnya lantaran diketahui istilah vegetarian berkaitan dengan gaya hidup makan susu dan telur, sedangkan vegan untuk menggambarkan orang yang tidak.
Pada awal 1940-an, vegan dikenal sebagai vegetarian yang tidak mengonsumsi produk susu. Ini kemudian meluas ke berbagai makanan dan produk sampingan yang berasal dari hewan. Saat ini, vegan dikenal sebagai orang yang tidak mengkonsumsi makanan seperti daging, ikan, unggas dan tidak menggunakan produk hewani atau bahkan produk sampingan seperti telur, produk susu, madu, kulit, bulu, sutra, kosmetik.
Setelah tiga bulan berlalu, Watson baru mengeluarkan penjelasan formal yang ditulisnya dalam buletin Masyarakat Vegan. Ia membahas terkait ejaan yang benar dari istilah tersebut, yakni “Veegan, bukan Veejan,”
Gerakan gaya hidup ini terus berkembang dan meluas, hingga pada 1960-an dan 1970-an, gerakan ini muncul sebagai bagian dari tandingan budaya di Amerika Serikat yang memiliki fokus pada kekhawatiran mengenai diet, lingkungan, dan ketidakpercayaan terhadap produsen makanan, yang mengarah pada meningkatnya minat dalam berkebun organik.
Demikianlah pemahaman mengenal sejarah Veganisme yang diperingati setiap tanggal 1 November.
(RIN)
Berita Terkait
Bagikan Artikel Ini
Berita Lainnya
© 2007 – 2022 Okezone.com,
All Rights Reserved

source

Must read×

Top