banner 728x90

Mudahnya Mencuri Kayu di Hutan Konservasi – kompas.id

Area hutan di sejumlah kawasan konservasi di Indonesia terus menyusut akibat pembalakan liar dan pembukaan lahan. Kerusakan daerah tangkapan air tersebut berujung bencana ekologi.
Masyarakat Mitra Polisi Hutan Yaparudin Mitro Jaya menunjukkan jejak para pembalak di dalam hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dekat Nagari Gambir Sungai Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (8/5/2022).
JAKARTA, KOMPAS-Pembalakan liar dan perambahan hutan konservasi di sejumlah wilayah Indonesia terus dibiarkan. Investigasi harian Kompas di Taman Nasional Kerinci Seblat Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, Cagar Alam Cycloop Papua, serta Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang Jawa Barat mengungkap penyusutan kawasan hutan konservasi akibat perambahan dan pembalakan liar.
Penelusuran di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Mei 2022 lalu, mendapati sejumlah lokasi pembalakan liar dan pembukaan hutan di areal taman nasional. Di salah satu bukit di Nagari Gambir Sungai Sako Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, mudah ditemukan pohon Kamper atau Borneo berdiameter 1,5 meter dan tinggi tegakan 20 meter yang ditebang dan ditinggalkan.
Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG), yang didirikan oleh P.K. Ojong (almarhum) dan Jakob Oetama sejak 28 Juni 1965.

Mengusung semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat”, Kompas dikenal sebagai sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.

source

Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Publisher – Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian
Must read×

Top