banner 728x90

PENERAPAN HUKUM PROGRESIF DALAM KASUS NENEK ASYANI TERDAKWA PENCURI KAYU JATI – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Hobby Badminton
Selanjutnya
Tutup
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Berdasarkan World Resources Institue (WRI) menyatakan bahwa memiliki salah satu hutan tropis terbesar di dunia setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo. Hutan Indonesia juga dijuluki sebagai paru paru dunia. 
Dengan hutan dengan luas kurang lebih 130 juta Hektar (Ha) atau 70% dari luas daratan Indonesia. Hutan di Indonesia juga di bagi menjadi hutan lindung, hutan konservasi, hutan produksi dan sebagainya.
Hutan Indonesia dengan berbagai macam flora tentu memiliki sumber daya alam yaitu kayu yang dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Maka dari itu kawasan hutan merupakan kawasan yang terbuka dan bebas untuk masyarakat jangkau maupun akses karena manfaat yang diberikan oleh hutan kepada masyarakat sangatlah besar. 

Akan tetapi, hutan memiliki masalah serius yaitu penebangan hutan yang illegal, walaupun hutan memiliki penjagaan yang ketat akan tetapi jalur masuk kehutan sangatlah luas dan banyak yang menyebabkan sering terjadinya penebangan maupun pencurian kayu.
Penebangan ataupun pencurian kayu yang terjadi terus menerus dan terus dibiarkan tentunya akan berdampak pada ekosistem hutan, seperti yang kita ketahui manfaat dari pohon dan akar pohon adalah untuk mencegah sinar matahari yang membuat naiknya suhu dan penguapan tanah yang dapat mengakibatkan tanah longsor.
Aktifitas penebangan pohon secara illegal atau biasa di sebut sebagai illegal logging. Terjadinya illegal logging dapat terjadi karena beberapa hal seperti salah satunya tingginya permintaan kayu dan rendahnya suplai kayu akan tetapi adanya pemodal yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan penebangan illegal untuk mendapatkan keuntungan cepat (Eleanora, F. N., 2012).

Namum terjadi kasus pada nenek berusia 63 tahun bernama Asyani yang merupakan warga diarea sekitaran hutan produksi petak 43 blok Curah Cotok. 
Pada 4 Juli 2014, hutan produksi kehilangan 2 pohon jati yang dipotong dengan gergaji tangan, saksi lalu menggeledah rumah nenek asyani dan menemukan 38 lembar kayu jati. 
Dalam putusan pidana nomor: 39/PID.SUS/2015/PN SIT diputuskan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 500.000.000 subsider 1 hari hukuman percobaan. Dalam pandangan hukum progresif landasan peradilan dibangun tidak hanya untuk menerapkan asas kepastian hukum akan tetapi keadilan.
Illegal Logging

source

Warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang Antusias Ikut Perlombaan Ramaikan HUT RI ke-77 – Pos-Kupang.com
Warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang Antusias Ikut Perlombaan Ramaikan HUT RI ke-77 – Pos-Kupang.com
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray RebonPOS-KUPANG.COM, KUPANG – Warga
Must read×

Top