banner 728x90

Raungan Motor Trail Gagalkan Pencurian 72 Kayu Jati di Blitar, Penebang Liar Kabur ke Lereng Bukit – Surya.co.id

SURYA.CO.ID, BLITAR – Pencurian kayu di areal hutan Perhutani Blitar hampir terjadi setiap hari, sampai memaksa petugas kucing-kucingan dengan penebang liar. Tetapi pencurian kayu di hutan jati wilayah BKPH Kesamben, Selasa (19/07/2022) sore, gagal total setelah mendengar raungan motor trail mendekat sehingga para pencuri lari terbirit-birit.
Para pembalak liar yang diduga lebih dari satu orang itu, terpaksa gigit jari setelah bersusah payah menumbangkan 72 batang pohon jati. Bahkan areal pencurian berada di lereng bukit yang kemiringannya terjal, sehingga sangat berbahaya untuk didaki.
Tetapi pencurian itu seketika terhenti, dan para pelaku kabur ketakutan bahkan sampai menuruni lereng bukit terjal. Gara-gara mereka mendengar suara motor trail mendekat, dan mengira itu adalah petugas polisi hutan (polhut) sedang berpartroli.
“Benang, terjadi pencurian kayu. Namun, yang penting, aksi itu bisa digagalkan dan barang-buktinya bisa diamankan,” ujar Agus Suryawan, Wakil Adm Perhutani Blitar, Rabu (20/7/2022).
Menurut Agus, para pelaku beraksi di hutan jati petak 71 G Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ringinrejo, BKPH Kesamben. Dari lokasi pencurian itu, petugas mengamankan 72 batang kayu jati namun petugas baru menemukan delapan pohon di TKP, yang tinggal bongkahannya.
Para pelaku juga terbilang nekat karena lokasi penebangan sangat berbahaya. Sebab, pohon-pohon yang ditebang itu berada di medan yang curam, dengan kemiringan ekstrem.
Tetapi di lokasi itu ada ratusan kayu jati yang sudah layak dipanen karena ditanam tahun 1980-an. Namun tak mudah dijangkau karena khusus yang seluas 22,2 hektare, lahan hutannya berupa tebing dengan miring ke Barat.
Dengan medan sesulit itu, kompotan pencuri ini nekat beraksi. Diduga ketika sedang sibuk menebangi pohon, mendadak ada suara motor trail yang dikira rombongan polhut. Padahal itu adalah suara trail dari sekelompok penggemar olahraga ketangkasan motor trail.
Areal tersebut diketahui menjadi favorit para pecinta motor trail karena medannya menantang naik turun. “Mereka ketakutan dan langsung kabur mendengar suara trail itu. Pencuri kayu pasti ketakutan dari pada beresiko karena lokasinya itu jauh dari perkampungan. Sehingga mengira yang akan datang ke tengah hutan adalah petugas yang sedang patroli,” terang warga.
Pelaku kabur dengan meninggalkan kayu-kayu yang sudah susah payah ditebangnya. Apalagi, banyak yang sudah dipotong-potong menjjadi ukuran 3 meter. ****

source

Must read×

Top