banner 728x90

Sadis! Setelah Jatuh, Kepala Jape Terus Dihantam Batako dan Kayu – BaliExpress

Rekonstruksi Pembunuhan Pria yang Ditemukan Dalam Got di Ubung
DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Jape Rina, 28, pada Rabu (15/6). Kegiatan itu berlangsung di tiga tempat kejadian perkara, di Jalan Kusuma Bangsa II, Pemecutan Kaja, dan Jalan Pidada I, Ubung, Denpasar Utara.
 
Tampak tiga tersangka yakni Benyamin Haingu, 24, Minto Umbu Rada, 21, dan Papi Langu K Humba, 19, dihadirkan untuk langsung memeragakan reka ulang insiden tersebut. Sementara satu tersangka lain Daud Lono Layara dan Jape diperankan oleh petugas. Mengingat Daud masih dalam status daftar pencarian orang (DPO).
 
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat didampingi Wakasatreskrim AKP Wiastu Andri Pudjianto yang mengawasi langsung jalannya rekonstruksi menjelaskan ada 68 adegan yang diperagakan. Tujuannya, untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu tindak pidana yang terjadi. “Sehingga penyidik dapat bersama-sama melihat kebenaran peristiwanya dengan menguji dan mencocokan keterangan saksi-saksi maupun tersangka,” tutur Mikael.
 
Jadi penyidik bisa mengoreksi adanya kesalahan dan Jaksa yang turut hadir dalam rekonstruksi dapat menganalisis dengan jelas untuk rangkaian proses hukum selanjutnya. Disebutkan, tidak ada keterangan yang melenceng dari reka adegan tersebut. Tapi, keterangan tersangka yang saat ini masih buron sangat diperlukan. Karena bisa menjadi kunci yang melengkapi ataupun bahkan merubah kronologi perkara ini. Untuk itu, aparat berusaha segera mengamankan Daud. Pihaknya memberikan kesempatan dan meminta buronan ini menyerahkan diri.
 
Namun jika Daud masih tetap mencoba menghindar dari jeratan hukum, maka polisi akan mengejarnya sampai dapat dengan tindakan tegas terukur. Adapun jalannya rekonstruksi tindak kekerasan yang terjadi pada Minggu (29/5), bermula kala para tersangka dan korban datang ke mess teman bernama Anton di Jalan Kusuma Bangsa II. Mereka minum-minuman keras di sana guna merayakan ulang tahun istri Anton. Kelima pria sesama asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur itu sempat pergi ke Lapangan Puputan Badung, lalu kembali ke mess sekitar pukul 03.30, dan menaruh motor di gudang.
 
Saat itulah terjadi kesalahpahaman. Diduga korban lebih dahulu memaki para tersangka serta memukul Daud dan menendang Papi. Sehingga Daud emosi dan mengambil balok kayu untuk memukul Jape pada rahang serta punggung sampai jatuh. Begitu juga Papi mengambil kayu balok untuk memukul bagian kepala. Untungnya Jape masih bisa bangun. Kemudian Benyamin membuka gerbang gudang untuk para tersangka mengambil motor dan diikuti oleh Jape. Insiden di TKP pertama ini berakhir pada adegan ke-19, sebab kelimanya pergi dari mess tersebut.
 
Daud bergerak lebih dahulu dengan Yamaha Nmax warna hitam tanpa plat, sambil membawa balok kayu. Disusul korban mengendarai sepeda motor Kawasaki warna hitam. Sementara tiga tersangka lainnya mengikuti, dengan berboncengan menaiki Honda Vario warna putih berplat DK 745 IR. Dalam perjalanan, Benyamin dan Jape berkendara dengan saling menyalip zigzag. Apes, motor korban sengaja diserempet sampai jatuh dan menabrak tumpukan batako yang masih di Jalan Kusuma Bangsa II, sekitar 200 meter dari TKP awal.
 
Aksi mereka sempat dilihat saksi bernama Mohamad Maskur yang tengah bersepeda, tetapi dari kejauhan. Karena korban terjatuh, Benyamin memanggil Daud yang berada di depan. Keempat tersangka lantas berbalik mendekati korban. Ini memasuki adegan ke- 29 dan 30 yang memperlihatkan kebrutalan hingga merenggut nyawa Jape. Daud langsung mengambil batako dari tumpukan yang Jape tabrak. Lalu dipukulkan ke kepala korban. Waktu itu, tiga tersangka lainnya sempat hanya melihat. Mirisnya, Daud berteriak dengan marah sambil mengancam mereka “B*ngs*at, kalau kalian tidak ikut mukul, kalian yang saya pukul,” cetus Daud.
 
Alhasil, tiga tersangka lainnya turut bergiliran mengambil batako dan kayu untuk memukul kepala Jape berulang kali. Ternyata, perbuatan mereka sempat dilihat oleh pasangan suami istri yang tinggal di kos-kosan dekat sana. Tetapi, lantaran takut, pasutri tersebut tidak berani mendekat dan berdiam diri di teras kos. “Ada dugaan korban meninggal di TKP ke-dua ini, dari pemeriksaan labfor, korban sudah meninggal enam jam saat ditemukan,” tambah Mikael.
 
Berikutnya, Daud memerintahkan tersangka lain untuk mengangkat korban. Mereka menaikannya ke motor Daud untuk dibawa pergi agar tidak diketahui oleh warga sekitar. Tubuh Jape dijepit oleh Papi, dan kepalanya ditutupi jaket. Minto bertugas membawa motor korban dan Benyamin kembali ke mess. Hingga sampailah di Jalan Pidada 1 sebagai TKP ke-tiga tempat korban dibuang. Peristiwa memasuki adegan ke-60, yang memperlihatkan Daud mendadak berhenti sambil mengatakan bahwa Jape sudah tidak ada (meninggal) dan lebih baik ditinggalkan. Karena situasi di sekitar lokasi itu juga sepi.
 
Papi lantas menurunkan Jape dan meletakannya di got. Daud serta Minto juga meletakan motor korban dan kayu-kayu yang dipakai memukul. Disinyalir tujuan mereka untuk menghilangkan jejak. Lalu, para tersangka pergi. Adegan terakhir, menggambarkan saat Daud membuang jaket yang dipakai menutup kepala korban di Jalan Buluh Indah.
DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Jape Rina, 28, pada Rabu (15/6). Kegiatan itu berlangsung di tiga tempat kejadian perkara, di Jalan Kusuma Bangsa II, Pemecutan Kaja, dan Jalan Pidada I, Ubung, Denpasar Utara.
 
Tampak tiga tersangka yakni Benyamin Haingu, 24, Minto Umbu Rada, 21, dan Papi Langu K Humba, 19, dihadirkan untuk langsung memeragakan reka ulang insiden tersebut. Sementara satu tersangka lain Daud Lono Layara dan Jape diperankan oleh petugas. Mengingat Daud masih dalam status daftar pencarian orang (DPO).
 
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat didampingi Wakasatreskrim AKP Wiastu Andri Pudjianto yang mengawasi langsung jalannya rekonstruksi menjelaskan ada 68 adegan yang diperagakan. Tujuannya, untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu tindak pidana yang terjadi. “Sehingga penyidik dapat bersama-sama melihat kebenaran peristiwanya dengan menguji dan mencocokan keterangan saksi-saksi maupun tersangka,” tutur Mikael.
 
Jadi penyidik bisa mengoreksi adanya kesalahan dan Jaksa yang turut hadir dalam rekonstruksi dapat menganalisis dengan jelas untuk rangkaian proses hukum selanjutnya. Disebutkan, tidak ada keterangan yang melenceng dari reka adegan tersebut. Tapi, keterangan tersangka yang saat ini masih buron sangat diperlukan. Karena bisa menjadi kunci yang melengkapi ataupun bahkan merubah kronologi perkara ini. Untuk itu, aparat berusaha segera mengamankan Daud. Pihaknya memberikan kesempatan dan meminta buronan ini menyerahkan diri.
 
Namun jika Daud masih tetap mencoba menghindar dari jeratan hukum, maka polisi akan mengejarnya sampai dapat dengan tindakan tegas terukur. Adapun jalannya rekonstruksi tindak kekerasan yang terjadi pada Minggu (29/5), bermula kala para tersangka dan korban datang ke mess teman bernama Anton di Jalan Kusuma Bangsa II. Mereka minum-minuman keras di sana guna merayakan ulang tahun istri Anton. Kelima pria sesama asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur itu sempat pergi ke Lapangan Puputan Badung, lalu kembali ke mess sekitar pukul 03.30, dan menaruh motor di gudang.
 
Saat itulah terjadi kesalahpahaman. Diduga korban lebih dahulu memaki para tersangka serta memukul Daud dan menendang Papi. Sehingga Daud emosi dan mengambil balok kayu untuk memukul Jape pada rahang serta punggung sampai jatuh. Begitu juga Papi mengambil kayu balok untuk memukul bagian kepala. Untungnya Jape masih bisa bangun. Kemudian Benyamin membuka gerbang gudang untuk para tersangka mengambil motor dan diikuti oleh Jape. Insiden di TKP pertama ini berakhir pada adegan ke-19, sebab kelimanya pergi dari mess tersebut.
 
Daud bergerak lebih dahulu dengan Yamaha Nmax warna hitam tanpa plat, sambil membawa balok kayu. Disusul korban mengendarai sepeda motor Kawasaki warna hitam. Sementara tiga tersangka lainnya mengikuti, dengan berboncengan menaiki Honda Vario warna putih berplat DK 745 IR. Dalam perjalanan, Benyamin dan Jape berkendara dengan saling menyalip zigzag. Apes, motor korban sengaja diserempet sampai jatuh dan menabrak tumpukan batako yang masih di Jalan Kusuma Bangsa II, sekitar 200 meter dari TKP awal.
 
Aksi mereka sempat dilihat saksi bernama Mohamad Maskur yang tengah bersepeda, tetapi dari kejauhan. Karena korban terjatuh, Benyamin memanggil Daud yang berada di depan. Keempat tersangka lantas berbalik mendekati korban. Ini memasuki adegan ke- 29 dan 30 yang memperlihatkan kebrutalan hingga merenggut nyawa Jape. Daud langsung mengambil batako dari tumpukan yang Jape tabrak. Lalu dipukulkan ke kepala korban. Waktu itu, tiga tersangka lainnya sempat hanya melihat. Mirisnya, Daud berteriak dengan marah sambil mengancam mereka “B*ngs*at, kalau kalian tidak ikut mukul, kalian yang saya pukul,” cetus Daud.
 
Alhasil, tiga tersangka lainnya turut bergiliran mengambil batako dan kayu untuk memukul kepala Jape berulang kali. Ternyata, perbuatan mereka sempat dilihat oleh pasangan suami istri yang tinggal di kos-kosan dekat sana. Tetapi, lantaran takut, pasutri tersebut tidak berani mendekat dan berdiam diri di teras kos. “Ada dugaan korban meninggal di TKP ke-dua ini, dari pemeriksaan labfor, korban sudah meninggal enam jam saat ditemukan,” tambah Mikael.
 
Berikutnya, Daud memerintahkan tersangka lain untuk mengangkat korban. Mereka menaikannya ke motor Daud untuk dibawa pergi agar tidak diketahui oleh warga sekitar. Tubuh Jape dijepit oleh Papi, dan kepalanya ditutupi jaket. Minto bertugas membawa motor korban dan Benyamin kembali ke mess. Hingga sampailah di Jalan Pidada 1 sebagai TKP ke-tiga tempat korban dibuang. Peristiwa memasuki adegan ke-60, yang memperlihatkan Daud mendadak berhenti sambil mengatakan bahwa Jape sudah tidak ada (meninggal) dan lebih baik ditinggalkan. Karena situasi di sekitar lokasi itu juga sepi.
 
Papi lantas menurunkan Jape dan meletakannya di got. Daud serta Minto juga meletakan motor korban dan kayu-kayu yang dipakai memukul. Disinyalir tujuan mereka untuk menghilangkan jejak. Lalu, para tersangka pergi. Adegan terakhir, menggambarkan saat Daud membuang jaket yang dipakai menutup kepala korban di Jalan Buluh Indah.
Jl. Kapten Cok Agung Tresna No. 63
Renon, Denpasar
Telp : (0361) 4754165.
Email : redaksi.baliexpress@gmail.com
Iklan : iklanbaliexpress@gmail.com

source

Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Empat Rumah di Mubar Hangus Dilalap si Jago Merah – Nawala Media
Publisher – Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian
Must read×

Top