banner 728x90

Serba-serbi Kampung Adat Miduana, Warganya Panjang Umur – detikTravel

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau
ADVERTISEMENT
Kampung Adat Miduana menjadi objek wisata baru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Banyak hal menarik yang perlu kamu tahu sebelum daatang berkunjung ke sini.
detikcom telah merangkum nih, serba-serbi Kampung Adat Miduana yang warganya panjang umur.
1. Larangan yang harus dipatuhi di Kampung Adat Miduana
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Adat Kampung Adat Miduana Yayat, menjelaskan ada beberapa larangan yang berlaku di Kampung Miduana, yakni untuk wisatawan dan untuk warga kampung.
“Pantangan (larangan) untuk wisatawan lebih ke perilaku dan tatakrama, sedangkan untuk warga lokal meliputi tata cara bertani dan kepercayaan lainnya,” ujar Yayat belum lama ini.
Menurutnya untuk wisatawan atau yang akan berkunjung, harus didampingi oleh pimpinan adat. Jika tidak, minimalnya harus jelas tujuan akan bertemu dengan siapa di kampung tersebut. Selain itu, saat berkunjung wisatawan tidak boleh sompral dan berkata tidak pantas.
Tak hanya itu, ada kepercayaan yang juga dijunjung oleh masyarakat yang sebaiknya diikuti oleh wisatawan. Dimana jika sudah masuk salah satu rumah dan akan pergi ke kamar mandi, mesti melewati gowah atau lokasi penyimpangan padi di rumah tersebut.
Selain itu, ada juga pantangan yang berlaku untuk masyarakat kampung, tepatnya saat menanam padi. Menurutnya warga tidak diperbolehkan menanam padi ketan di bagian hulu dari lahan yang akan ditanami padi.
2. Lokasi kampung adat
Kampung Mudiana ini terletak di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul. Lokasinya jauh dari perkotaan, yakni berjarak 172 kilometer dari pusat perkotaan Cianjur.
Nama Miduana sendiri berasal dari kata Midua atau yang berarti mendua atau terbagi dua. Pengambilan nama itu didasari karena kampung ini terbagi dua yakni Cipandak hilir dan Cipandak girang yang kemudian bertemu menjadi Sungai Cipandak.
“Jadi karena ada dua sungai yang menghimpit, dan pertemuannya di ujung kampung ini jadi dinamakan Miduana. Karena Miduana sungai teh pendak di kampung ieu (kedua sungai bertemu di kampung ini),” ujar Dewan Adat Kampung Mudiana, Rustiman.
Kampung ini terdiri dari 21 rumah yang dihuni oleh 21 keluarga. Rumah di kampung ini juga masih sangat tradisional berupa rumah panggung dengan dinding berupa bilik bambu.
Uniknya lagi, semua rumah berbentuk sama dan memiliki kesamaan bentuk serta ciri khas. Dimana bagian pintu harus menghadap ke arah selatan.

3. Mayoritas petani
Warga Kampung Adat Miduana mayoritas merupakan petani, hektaran sawah di sekeliling kampung menjadi mata pencaharian utama warga. Selain petani padi, ada juga warga yang menjadi penyadap aren.
Tata cara menanam padi pun masih secara tradisional, bahkan ada tradisi yang tetap dipegang dan tidak boleh dilanggar saat menanam. “Pantrangan atau larangan di sini tidak boleh tanam padi dengan ketan di bagian paling atas ladang. Kalau dilanggar dipercaya akan menimbulkan penyakit. Jadi selain ada tata cara yang dilakukan secara tradisional, juga ada hal yang tidak boleh dilaggar jika bertani,” jelasnya Rustiman.
Dalam mengolah padi menjadi beras, warga juga masih melakukannya secara tradisional. “Warga sini masih pakai lisung dan alu untuk tumbuk padi menjadi beras,” tuturnya.
4. Menjaga tradisi leluhur
Warga Kampung Adat Mudiana yang merupakan keturunan dari Eyang Jagat Nata dan Eyang Jagat Niti, tokoh pendiri kampung ini juga tetap memegang dan melestarikan kebudayaannya, seperti Dongdonan Wali Salapan, Lanjaran Tatali Paranti, Mandi Kahuripan, Opatlasan Mulud, dan berbagai kesenian buhun yang masih diajarkan ke generasi muda.
Selain itu, kesenian yang masih dipertahankan hingga saat ini seperti Wayang Gejlig, Nayuban dan Lais selain wayang golek, calung, rengkong, reog, tarawangsa, patun buhun dan lain-lain yang merupakan warisan dari para leluhurnya.
“Kebudayaan dan kesenian ini masih terjaga dan dilestarikan secara turun-temurun sampai sekarang,” kata dia.

Selanjutnya

Halaman
1 2


ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source

Fortuner `Sultan`, Spion Mobil Disiksa Angkut Balok Kayu – Dream.co.id
Fortuner `Sultan`, Spion Mobil Disiksa Angkut Balok Kayu – Dream.co.id
Toyota Fortuner Angkut Kayu. (Source: Instagram @makassar_info)
Tata Cara dan Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih yang Benar – Popmama.com
Tata Cara dan Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih yang Benar – Popmama.com
Pemasangan bendera merah putih ternyata memiliki aturannya,
Must read×

Top