banner 728x90

Siapakah Pemilik Minyak Kayu Putih Cap Lang – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Kayu putih di Indonesia adalah obat segala obat. Namun, tidak banyak yang tahun tentang sejarah Kayu Putih Cap Lang yang jadi salah satu pioneer kayu putih di Indonesia.
Berdiri sejak tahun 1973, PT. Eagle Indo Pharma atau yang lebih dikenal dengan nama CAP LANG terus melakukan transformasi sampai menjadi perusahaan seperti yang dikenal sekarang. Dengan pengalaman lebih dari 38 tahun, CAP LANG tetap konsisten melayani dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penyediaan produk-produk farmasi OTC (Over The Counter) yang berkualitas tinggi, efektif dan aman digunakan.
CAP LANG merupakan pemimpin pasar di berbagai produk kategori di kelasnya, khususnya dalam kategori rubs & balm, seperti: minyak kayu putih, balsem dan juga minyak gosok pijat urut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada mulanya, perusahaan Cap Lang berasal dari luar negeri. William Hoffman adalah seorang ahli kimia asal Jerman yang berhasil menemukan ramuan dari minyak kayu putih Cap Lang tersebut dan sudah diciptakan sejak 1932 di Singapura.
Sebelum menjadi minyak kayu putih Cap Lang, nama dari minyak ramuan tersebut adalah Minyak Angin Jerman Cap Lang. Pemerintah Indonesia lalu menganjurkan agar seluruh produk farmasi yang dikonsumsi harus memiliki tempat produksi di dalam negeri.
Untuk itu, pada 1937, PT Eagle Indo Pharma resmi memindahkan produksi obat-obatannya ke Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Edy H Tjugito.
CAP LANG dilengkapi dengan fasilitas produksi sesuai dengan persyaratan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) yang ditetapkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan cGMP (current Good Manufacturing Practices) seperti yang disyaratkan oleh WHO (World Health Organization).
Dengan dibantu oleh jaringan distribusi yang kuat, produk-produk CAP LANG dapat dengan mudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke baik di outlet moderen maupun outlet tradisional.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source

Must read×

Top