banner 728x90

Taman Sugema Sukabumi Ditutup, Warga Sering Temukan Kondom – detikcom

Taman Sugema sekaligus akses jalan menuju taman tersebut ditutup mulai, Selasa (2/8/2022) hari ini. Pasalnya, Taman Sugema sering dijadikan sebagai tempat perbuatan asusila dan tawuran antar pelajar.
Pantauan detikJabar di lokasi, penutupan Jalan Taman Sugema dilakukan oleh unsur pemerintah kecamatan dan Polsek Citamiang Resor Sukabumi Kota. Jalan yang menghubungkan ke Kampung Lamping itu ditutup menggunakan bambu dan diikat tali.
Diketahui, Taman Sugema itu berhadapan dengan Hutan Kota Kerkof yang beralamat di Kampung Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Pada siang hari ini, tidak terlihat aktivitas apapun. Akan tetapi, berdasarkan penelurusan terdapat beberapa sampah botol minuman keras, rok abu-abu hingga alat kontrasepsi (kondom).
Kapolsek Citamiang AKP Arif Sapta Raharja mengatakan penutupan Taman Sugema ini sudah disepakati oleh warga masyarakat, pihak kecamatan, Dinas PU dan DLH. Menurutnya, taman itu ditutup karena sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagaimana mestinya.
“Kita beberapa kali menangkap, yang melakukan asusila kita panggil orang tuanya dan diserahkan ke orang tua mereka. Di sini juga sering terjadi tempat pertemuan tawuran anak-anak sekolah pelajar yang ada di wilayah Kota Sukabumi, ketiga sering terjadi tindak pidana kekerasan atau (pencurian berkedok) hipnotis,” kata Arif kepada detikJabar.
Lebih lanjut, pelaku tindakan asusila itu rata-rata bukan berasal dari warga sekitar. “Kita sudah sering kali melakukan razia di sini ternyata bukan orang Kota Sukabumi (Kampung Lamping) yang melakukan hal-hal tidak terpuji,” sambungnya.
Dia mengatakan, awalnya taman itu diperuntukkan bagi kegiatan produktif masyarakat. Di dalamnya sudah disediakan fasilitas skateboard, lapang sepakbola, gazebo dan beberapa tempat duduk di bawah pohon rindang.
“Jadi memang peruntukkannnya untuk taman terbuka tapi sudah tidak manfaat lagi,” ujarnya.
Rencananya, taman itu ditutup selama tiga bulan ke depan sampai Oktober. Ke depan, pihaknya akan membahas terkait pengelolaan Taman Sugema dengan berbagai pihak.
Salah satu warga, Abu Bakar Fazri mengaku menemukan beberapa barang tak biasa di sana. Mulai dari botol minuman keras, rok abu-abu hingga alat kontrasepsi (kondom).
“Kami temukan rok ini di gudang penyimpanan, mungkin karena tempatnya strategis ya, kita pernah nemu kondom, botol miras juga banyak banget, obat-obatan juga,” kata Abu di lokasi.
Dia menyayangkan banyaknya remaja yang menggunakan Taman Sugema untuk kegiatan tidak senonoh. Padahal, kata dia, banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan di sana.
“Cuman sayangnya kebanyakan yang ke sini itu dipakai buat kegiatan yang negatif, mungkin karena kurangnya pengawasan. Pas kita lagi main juga masih saja nemu yang lagi pacaran, peluk-pelukan,” ujarnya.
Menurutnya, pacaran yang dilakukan di Taman Sugema menjurus ke hal-hal yang melebihi batas kewajaran. Mereka segan untuk menegur karena merasa bukan orang yang tinggal di dekat Taman Sugema.
“Mau kita negur kita pun bukan orang sini, jadi enggak enak juga. Kadang kita gangguin biar enggak lama-lama di sini. Oke lah main, cuman harus ada muhrim bukan yang pacaran,” ucapnya.
Berdasarkan catatan detikJabar, ada dua peristiwa di Taman Sugema yang menggegerkan masyarakat. Pertama yaitu viralnya sejoli ciuman dan pemerkosaan dan penganiayaan anak 9 tahun.
Kasus pertama terjadi pada Sabtu, (5/2/2022) siang. Sejoli tertangkap kamera melakukan tindakan asusila di lokasi tersebut. Rekaman tersebut diambil salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kasus yang kedua yaitu tindakan penculikan yang disertai pemerkosaan, penganiayaan dan pencurian. Pelaku berinisial MPA (22) melancarkan aksinya pada Jumat (1/7/2022) lalu.

source

Warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang Antusias Ikut Perlombaan Ramaikan HUT RI ke-77 – Pos-Kupang.com
Warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang Antusias Ikut Perlombaan Ramaikan HUT RI ke-77 – Pos-Kupang.com
Laporan Reporter┬áPOS-KUPANG.COM, Ray RebonPOS-KUPANG.COM, KUPANG – Warga
Must read×

Top