banner 728x90

Terasering Panyaweuyan! Alternatif Healing Murah-Pemandangan Indah – detikcom

Waktu libur memang baik dimanfaatkan untuk melancong bersama keluarga, teman hingga pacar. Di Kabupaten Majalengka ada salah satu objek wisata yang menjadi favorit wisatawan, yakni Terasering Panyaweuyan.
Objek wisata ini secara administratif berada di wilayah Kecamatan Argapura. Untuk menempuh wisata ini pengunjung bisa menggunakan rute dari arah timur, utara dan selatan Majalengka. Jarak tempuh dari pusat kota sekitar 30 menit.
Jika dari arah timur, misalnya pengunjung berada di wilayah Cirebon, maka bisa mengambil rute belok kiri sebelum terminal Rajagaluh. Terus menanjak hingga ke desa Garawastu dan Sangkanhurip, Kecamatan Sindang.
Terus saja menanjak, hingga melewati desa Cikaracak dan Argalingga. Nah, dari Argalingga, jalanan cukup terjal melewati lembah dan tanjakan, sepeuluh menitan dari Argalingga, pengunjung bisa langsung sampai di titik masuk Terasering Panyaweuyan.
Jika Anda, pengunjung datang dari arah Cikijing, bisa melalui rute Cipulus, terus melalui jalur menuju Sangiang Kecamatan Banjaran. Hanya saja, di pertigaan yang ada papan informasi Panyaweuan, beloklah kiri. Jalur Jalan Jatilima menuju Terasering Panyaweuyan ini akan sampai di tempat tujuan.
Namun, jika anda pengunjung dari arah utara, misalnya dari Alun-alun Majalengka, teruslah melaju melalui jalan raya Maja-Cikijing.
Tepat di terminal Maja, belok kiri terus melaju menanjak ke atas, hingga ke pertigaan Desa Sukasari Kaler. Dari sana, sudah banyak petunjuk arah, teruslah lurus hingga sampai di tempat parkir Terasering Panyaweuyan. Dari titik ini, jarak yang ditempuh membutuhkan waktu sepuluh menit.
Tiket masuknya, ada tiga titik yakni, titik Leuweung Saketeng, Panyaweuyan dan di dekat mushola yang baru dibangun. Harga tiketnya Rp 5 ribu per orang. Parkir kendaraan beda lagi, Rp 2 ribu per motor dan Rp 5 ribu per mobil.
Fasilitas yang dimiliki objek wisata ini, pengunjung bisa berteduh di gazebo-gazebo serta tempat duduk yang nyaman. Wisata ini juga cocok untuk berburu Sunset, dengan demikian pengunjung bisa berswafoto lebih keren.
Terasering Panyaweuyan memiliki keindahan hamparan tanaman bawang yang hijau nan memanjakan mata. Udara sejuk dan dingin jadi salah satu keunggulan objek wisata ini untuk healing.
Saat ini, tangga permanen yang tersusun meliuk-liuk dari Leuweung Saketeng hingga Terasering puncak Panyaweuyan sudah mantap. Di sana juga sudah dilengkapi pegangan tangga dari besi yang kokoh. Namun tetap waspada jika membawa anak-anak.
Pengelola wisata Panyaweuyan Majalengka, Mulyadi mengatakan, petugas jaga tiket akan mulai standby sejak pukul 08.00 WIB pagi jika musim lebaran atau hari-hari Weekand Sabtu-Minggu.
“Kita akan tutup jam 17.00 WIB. Harus tutup, karena biasanya akan mulai turun kabut kalau menjelang Maghrib,” kata Mulyadi kepada detikJabar, Jumat (5/8/2022).
Mulyadi menambahkan, bagi yang tak kuat berjalan kaki menuju Puncak Terasering Panyaweuyan, biasanya kalangan lansia, mereka akan bisa menikmati spot foto yang ada tulisan Terasering Panyaweuyan di tempat parkir bagian tengah.
“Ada banyak spot menarik untuk kenang-kenangan foto, di atas ada banyak gazebo, Saung, toilet sekarang udah banyak. Sekarang malah sudah berdiri Mushola mungil yang cantik. Kalau lapar dan pengen ngopi ada banyak warung,” ujar dia.
Sebagai catatan, pengunjung perhari jika hari libur atau weekend rata-rata mencapai sekitar seribu pengunjung. Pengunjung akan bertambah lima kali lipat ketika musim libur lebaran dan tahun baruan.

source

Momen HUT RI, Air Mata Rosti Simanjuntak Menetes di Kayu Salib Brigadir J: Gak Kuat Mamak Nak – Tribun Medan
Momen HUT RI, Air Mata Rosti Simanjuntak Menetes di Kayu Salib Brigadir J: Gak Kuat Mamak Nak – Tribun Medan
TRIBUN-MEDAN.com – Suasana kemerdekaan di Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat atau Briagdir J
Must read×

Top